Ekonomi Syariah

Perkembangan ekonomi syariah di dunia secara nyata dimulai sejak berdirinya Bank Pembangunan Islam (Islam Development Bank-IDB) tahun 1975, sedangkan perkembangannya di Indonesia dimulai sejak berdirnya bank Syariah Muamalat Indonesia atau yang lebih popular dengan sebutan Bank Muamalat Indonesia (BMI) tahun 1992. Memasuki usia remaja umur perkembangan ekonomi syraiah di Indonesia, tercatat sudah ada belasan bank, belasan perusahaan asuransi, belasan emitmen obligasi, beberapa reksadana, beberapa lembaga bisnis,lembaga pegadaian, baik menyeluruh ataupun parsial, mengeluarkan produk atau layanan dengan kesesuaian syariah yang direkomendasi atau disertifikasi oleh Dewan Syariah Nasioanl Majelis ulama Indonesia (DSN MUI) dan kemudian didampingi serta dikembangkan oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) ataupun Tim Ahli DSN MUI.

Syariat islam sesungguhnya telah menjadi landasan kehidupan masyarakat Nusantara jauh sebelum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terbentuk. Bahkan Pancasila, sebagai dasar Negara, memasukkan nilai-nilai islam dengan subtansinya walaupun memang islam lebih universal dibandingkan Pancasila. Penerapan syariat islam di dalam masyarakat Negara Kesatuan Republik Indonesia telah menjadi suatu polemic yang berkepanjangan sejak berdirinya NKRI. Terlepas dari didukung tidanya penerapan syariat islam di NKRI, gerakan ekonomi syariah umat islam di Indonesia terus mengalami penguatan sejak berdirinya BMI. Bahkan pasca kritis 1997-1998 penguatnya semakin signifikan berdirinya Bank Syariah Mandiri (BSM) yang diikuti oleh Unit-Unit Usaha Syariah di Bank-bank konvensional.

Read more..

Ekonomi Pemasaran

Seberapa pentingkah ekonomi pemasaran terhadap pencapaian tujuan Negara? Sayangnya, pemasaran atau distribusi tidak selalu dianggap berarti mereka yang bertanggung jawab kepada perencanaan. Perencana ekonomi sering dianggap berarti bagi mereka yang bertanggung jawab pada perencanaan. Perencana ekonomi seringkali berorientasi pada produksi dibandingkan pada pemasaran, dan cenderung mengabaikan atau menganggap distrubusi sebagai akitivitas ekonomi yang tidak penting. Dengan sikap seperti ini,perencana ekonomi biasany lebih memerhatikan masalah produksi, investasi dan keuangan dibandingkann keuangan masalah efisiensi distribusi. Sementara sulit untuk bersaing dengan biaya manufaktur Cina yang rendah, bayangkan melakukan pemasaran di Negara yang menghasilkan produksi tetapi dengan penghasilan yang bisa dibelanjakan yang kecil, tanpa penyimpanan, transportasu yang terbatas yang menuju pasar yang salah, dan tidak adanya perantara dan agen yang dapat memfasilitasi pengaktifan aliran barang dari produsen kepada konsumen. Ketika kondisi seperti ini terdapat dalam pasar-pasar berkembang, kemajuan pemasaran dan ekonomi terhambat. Pada tingkat tertentu, hal ini adalah masalah yang terdapat di Cina dan Negara bekas Uni Soviet.

Ekonomi pemasaran adalah penengah ekonomi antara kapasitas produksi dan permintaan konsumen. Proses pemasaran adalah elemen penting untuk secara efektif memanfaatkan produksi yang dihasilkan dari pertumbuhan ekonomi, pemasaran dapat menciptakan keseimbangan antara produksi yang lebih tinggi dengan konsumsi yang lebih tinggi. Meskipun pemasaran dapat dianggap sebagai fungui yang pasif, pemasaran dapat membantu meletakkan dasar menuju kea rah distribusi yang efektif. Sistem distribusi dan saluran yang efisien dan semua hubungan yang menyertainya mempertemukan kapasotas produksi dan sumber daya dengan kebutuhan, keinginan, dan daya beli konsumen. Tingkat perkembangan pasar secara kasar sejajar dengan tahapan perkembangan ekonomi. Kerja sama dan batan ekonomi perubahan teknologi dan faktor-faktor politik, social, dan cultural dapat menyebabkan penyimpangan signifikan dalam proses evolusi tersebut. Semakin maju sebuah ekonomi, maka semakin banyak variasi dan khusus untuk melaksanakan fungsi-fungsi pemasaran. Evolusi struktur menggambarkan hubungan antara perkembangan pasar dan tahapan perkembangan ekonomi suatu Negara.

Read more..

Ekonomi Mikro

Dalam mempelajari tingkah laku ekonomi dikembangkan dua pola dasar analisis yang berbeda tetapi saling melengkapi. Teori ekonomi mikro mempelajari perekonomian nasional secara keseluruhan dan komponen-komponennya yang pokok (aggregates), seperti para konsumen, dunia perbankan, pemerintah, dan dunia usaha. Misalnya 40 juta rumah tangga konsumen  diperlaikan sebagai satu unit saha yang disingkat RTK. Demikian pila dunia usaha dijadikan satu kelompok besar. Dengan cara de3mikian kita memperoleh suatu gambatan tentang struktur dasar perekonomian nasional dan hubungan-hubungan pokok yang terdapat di dalamnya. Maka, ekonomi makro membahas hal-hal seperti hasil produksi nasional total, tingkat kesemptana kerja, tingkat harga, jumlah uang beredar, investasu total, ekspor total, pedapatan nasional, laju inflasi, dan sebagainya.

Ilmu ekonomi mikro mempelajari satuan-satuan ekonomi tertentu atau khusus dan perilaku satuan-satuang terkecilnya. Ibaratnya suatu bagan kecil ekonomi nasional ditaruh dibawah mikroskop (mikro atau kecil). Kita pelajari perilaku sebuah perusahaan atau cabang usaha tertentu dan memusatkan perhatian pada hal-hal seperti pasar untuk satu jenis barang tertentu, pendapatan faktor produksi tertentu, teori harga dan alokasi sumber daya ekonomu, serta distribusi pendaparan diantara pemiliki faktor produksi.

Read more..

Hubungan Pendidikan dan Pelatihan Karyawan Terhadap Peningkatan Kinerja Karyawan Pada PT XYZ

Bab Pendahuluan Tugas Akhir / Skripsi Jurusan Ekonomi Manajemen dengan Judul : Hubungan Pendidikan dan Pelatihan Karyawan Terhadap Peningkatan Kinerja Karyawan Pada PT XYZ

Salah satu kegiatan yang dilakukan dalam manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), adalah mendapatkan orang-orang untuk mengisi organisasi. Biasanya yang menangani masalah ini dikoordinir oleh Departemen SDM dan melibatkan bagian-bagian lain yang terkait (pada organisasi yang besar). Pada organisasi yang kecil pemimpin dapat secara langsung melakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain atau para ahli.

Read more..